BACAAN HARIAN

Segala Sesuatu Mungkin Bagi Allah

Bagi manusia hal itu tidak mungkin, tetapi bukan demikian bagi Allah, sebab segala sesuatu mungkin bagi Allah.

Renungan Harian Katolik, Senin 28 Februari 2022, Pekan Biasa VIII.

Sta. Antonia, Santo Hilarus

Bacaan I : 1Ptr. 1:3-9

Mazmur : 111:1-2.5-6.9-10c

Bacaan Injil : Markus 10:17-27

Pada waktu Yesus berangkat untuk meneruskan perjalanan-Nya, datanglah seorang berlari-lari mendapatkan Dia dan sambil bertelut di hadapan-Nya ia bertanya:

“Guru yang baik, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?”

Jawab Yesus: “Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja. Engkau tentu mengetahui segala perintah Allah: Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, jangan mengurangi hak orang, hormatilah ayahmu dan ibumu!”

Lalu kata orang itu kepada-Nya: “Guru, semuanya itu telah kuturuti sejak masa mudaku.”

Tetapi Yesus memandang dia dan menaruh kasih kepadanya, lalu berkata kepadanya: “Hanya satu lagi kekuranganmu: pergilah, juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.”

Mendengar perkataan itu ia menjadi kecewa, lalu pergi dengan sedih, sebab banyak hartanya. Lalu Yesus memandang murid-murid-Nya di sekeliling-Nya dan berkata kepada mereka:

“Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan Allah.”

Murid-murid-Nya tercengang mendengar perkataan-Nya itu. Tetapi Yesus menyambung lagi:

“Anak-anak-Ku, alangkah sukarnya masuk ke dalam Kerajaan Allah. Lebih mudah seekor unta melewati lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.”

Mereka makin gempar dan berkata seorang kepada yang lain: “Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?”

Yesus memandang mereka dan berkata: “Bagi manusia hal itu tidak mungkin, tetapi bukan demikian bagi Allah. Sebab segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah.”

RENUNGAN

Dalam Injil diceritakan bahwa ada seorang berlari-lari mendapatkan Yesus untuk bertanya kepada-Nya. Dengan berlari-lari berarti dengan penuh antusias, ia tidak mau kehilangan kesempatan untuk bertemu Yesus. Pada saat datang, ia begitu bersemangat, namun setelah mendengarkan tanggapan Yesus atas pertanyaannya, ia pulang dengan kecewa dan sedih. Rupanya, meskipun berlari-lari ingin bertemu Yesus, namun ia belum siap untuk mengikuti Yesus secara sungguh-sungguh, yang berarti pula belum siap memperoleh hidup yang kekal seperti yang diimpikannya.

Gejala seperti ini tentu saja dapat kita temui di dalam Gereja kita. Ada orang yang begitu menggebu-gebu ingin melayani, namun setelah diberi tanggung jawab atau bahkan ketika menghadapi sedikit tantangan, ia mundur pelan-pelan dan bahkan kecewa.

Hal yang sama juga kadang-kadang terjadi dalam hidup membiara. Ketika awal masuk, para calon biarawan/ biarawati begitu bersemangat, dan menyatakan siap melayani siapa dan di mana saja. Namun, ketika menghadapi sedikit kesulitan, apalagi ketika ditempatkan di suatu unit tugas yang kurang disukainya ia menjadi kecewa, lalu mengatakan: Ini bukan panggilan saya dan mengundurkan diri dari biara, la kecewa karena tidak sesuai kesukaannya.

DOA

Tuhan, semoga kami mampu mengikuti panggilan-Mu dengan setia meski harus menghadapi berbagai cobaan. Amin.

Baca juga : Pohon Yang Baik

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari JagoKomsos.Org.

Mari bergabung di Grup dan Chanel Telegram “JAGO KOMSOS“, caranya klik link https://t.me/jagokomsos kemudian join. Anda harus menginstall aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia.

Advertisements
Advertisements