Kewarasan Ilahi

Untuk mengerti kewarasan ilahi dan logika spiritual dalam semua hal yang terjadi selalu membutuhkan perjuangan dan permenungan.

Renungan Harian Katolik, Sabtu 22 Januari 2022, Pekan Biasa II (HIjau).

Santo Anastasius; St. Vinsensius Palloti

Bacaan I : 2Sam. 1:1-4.11-12.19.23-27

Mazmur : 18:2-3.5-7

Bacaan Injil : Markus 3:20-21

Kemudian Yesus masuk ke sebuah rumah. Maka datanglah orang banyak berkerumun pula, sehingga makanpun mereka tidak dapat. Waktu kaum keluarga-Nya mendengar hal itu, mereka datang hendak mengambil Dia, sebab kata mereka Ia tidak waras lagi.

RENUNGAN

Sebuah struktur dan sistem agama, sosial, budaya yang tidak bagus menyebabkan banyak orang tidak waras. Ketika ada orang waras yang membawa kebenaran, maka dia dicap tidak waras. Ketika ada yang membawa terang kepada mereka yang biasa hidup dalam gelap, maka mata mereka tak bertahan dengan cahaya.

Hal ini digambarkan dalam bacaan Injil hari ini (Mrk. 3:20-2 1). Yesus yang waras dicap tidak waras hanya karena melakukan mukjizat dan mengajarkan hal-hal yang berbeda dengan kebiasaan orang Yahudi.

Yesus sedang melakukan operasi spiritual yang mendasar terhadap sebuah masyarakat yang sesat pikir dalam banyak hal.

Untuk mengerti kewarasan ilahi dan logika spiritual dalam semua hal yang terjadi selalu membutuhkan perjuangan dan permenungan.

Daud dalam bacaan pertama hari ini (2Sam. 1:1-4.11-12.19.23-27) berada dalam jalan logika spiritual panggilan Allah. la menang perang. Namun, Daud mengerti yang paling penting bukan soal menang perang, melainkan bagaimana kehendak Tuhan terjadi.

la mestinya senang dengan kematian Saul musuhnya, namun ia berduka. Apalagi Saul dan anaknya mati sebagai pahiawan yang membela bangsanya. Bagi Daud, Saul adalah orang besar, karena ia dipilih oleh Allah Yang Besar, dan mati secara besar pula. Hal itu menimbulkan duka yang besar, sekaligus tanggungjawab besar bagi Daud yang akan meneruskan pemerintahan Israel.

Orang besar selalu berpikir mendalam, berperasaan lembut, berkehendak baik, dan memaafkan. Dengan itu, ia menunjukkan kebesaran Allah yang diimaninya.

DOA

Tuhan, jadikan kami waras menurut akal sejati dan logika spiritual, sehingga kami dapat mengubah struktur hidup yang tidak waras. Amin.

Baca juga : Yesus Memanggil Orang-Orang Yang Dikehendaki-Nya.

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari JagoKomsos.Org

Mari bergabung di Grup dan Chanel Telegram “JAGO KOMSOS“, caranya klik link https://t.me/jagokomsos kemudian join. Anda harus menginstall aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber renungan : Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia.

Advertisements
Advertisements