PERLU TAHU

Piala

Piala adalah cawan yang menjadi tempat anggur untuk dikonsekrasikan, dimana sesudah konsekrasi menjadi tempat untuk Darah Mahasuci Kristus.

Melihat fungsinya, maka Piala harus dibuat dari logam mulia. Piala melambangkan cawan yang dipergunakan Tuhan kita pada Perjamuan Malam Terakhir di mana Ia untuk pertama kalinya mempersembahkan Darah-Nya.

Piala melambangkan cawan Sengsara Kristus (“Ya Abba, ya Bapa, tidak ada yang mustahil bagi-Mu, ambillah cawan ini dari pada-Ku,” Mrk 14:36); dan yang terakhir, piala melambangkan Hati Yesus, dari mana mengalirlah Darah-Nya demi penebusan kita.

Bagi mereka yang pernah bergabung dan menjadi Putra-Putri Altar, tentu tidak begitu asing dengan berbagai peralatan Misa. Piala adalah salah satunya. Piala selalu dipakai tiap kali Misa.

Baca juga PARAMENTA untuk melihat alat – alat yang lain.

Cawan Suci

Cawan Suci (Holy Grail) merujuk kepada cawan yang dipakai Yesus sebelum kematian-Nya. Istilah ini muncul dalam sastra-sastra sebelum abad pertengahan.

Adanya cawan suci ini didapat dari perkamen yang menyebut-nyebut kata San Graal dari kata sangraal. Ada kemungkinan pemecahan kata San Graal dari kata sangraal adalah salah, yang benar adalah Sang Raal, yang artinya “Darah Suci”, dan merujuk kepada darah keturunan dari Yesus Kristus.

Adanya suatu “Cawan”, tanpa atribut “Suci”, pertama kali muncul dalam buku roman Perceval, le Conte du Graal (Kisah suatu Cawan) karya Chrétien de Troyes, yang menyatakan ia bekerja dari suatu buku sumber yang diberikan kepadanya oleh patronnya, Count Philip of Flanders. Dalam buku roman yang belum selesai ditulis itu, “Piala” itu adalah suatu cawan yang digunakan untuk menyajikan hidangan pada pesta.

Meskipun tulisan Chrétien dianggap sebagai teks tertua dan paling berpengaruh dari semua karya mengenai “Cawan Suci”, adalah berkat tulisan Robert de Boron cawan itu sungguh-sungguh menjadi “Cawan Suci” dan mengambil bentuk yang paling dikenal oleh pembaca modern.

Dalam roman sajak Joseph d’Arimathie, digubah antara tahun 1191 dan 1202, Robert mengisahkan bagaimana Yusuf dari Arimatea memperoleh cawan yang digunakan oleh Yesus Kristus dalam Perjamuan Terakhir dan kemudian digunakannya untuk menampung darah Kristus yang tercurah ketika jazad-Nya diturunkan dari kayu salib.

Yusuf kemudian dimasukkan ke dalam penjara, dimana Kristus mengunjunginya dan menjelaskan misteri piala yang diberkati itu.

Setelah dilepaskan dari penjara, Yusuf mengumpulkan keluarganya serta para pengikutnya untuk berangkat ke barat dan mendirikan wangsa penjaga Piala Suci yang akhirnya termasuk tokoh Perceval.

REFERENSI :

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Cawan_Suci

Diez, Friedrich. An etymological dictionary of the Romance languages, Williams and Norgate, 1864, p. 236. Nitze, William A. Concerning the Word Graal, Greal, Modern Philology, Vol. 13, No. 11 (Mar., 1916), pp. 681-684.

Jung, Emma and von Franz, Marie-Louise. The Grail Legend, Princeton University Press, 1998, pp. 116-117.

Skeat, Walter William. Joseph of Arimathie, Pub. for the Early English Text Society, by N. Trübner & Co., 1871, pp. xxxvi-xxxvii.

Mueller, Eduard. Etymologisches Wörterbuch der englischen Sprache: A-K, chettler, 1865, p. 461.

Loomis, Roger Sherman (1991). The Grail: From Celtic Myth to Christian Symbol. Princeton. ISBN 0-691-02075-2 [1] Diarsipkan 2020-04-07 di Wayback Machine.

BBC History Gallery, Holy Grail