Santo Yohanes Rasul

Santo Yohanes adalah seorang nelayan di Galilea. Ia, bersama dengan St. Yakobus saudaranya, dipanggil untuk menjadi rasul Kristus. Yesus memberi julukan “anak-anak guruh” kepada kedua putera Zebedeus ini.

Santo Yohanes adalah rasul yang termuda. Ia amat dikasihi oleh Yesus, dan iapun amat mengenali Yesus Sang Guru. Pada perjamuan malam terakhir, Yohanes diperbolehkan menyandarkan kepalanya di dada Yesus. Yohanes juga satu-satunya rasul yang berdiri di kaki salib sementara yang lain melarikan diri. Yesus yang sedang menghadapi ajal menyerahkan pemeliharaan Bunda-Nya kepada murid yang dikasihi-Nya ini.

Sambil memandang Bunda Maria, Ia berkata, “Inilah ibumu.” (Yoh 19:26-27).

Jadi, hingga akhir hidupnya di dunia, Bunda Maria tinggal bersama Santo Yohanes. Hanya Yohanes seorang yang memperoleh hak istimewa untuk menghormati serta melayani Bunda Allah yang tanpa noda.

Setelah penyaliban Yesus dan hari paskah berlalu, pagi-pagi sekali Maria Magdalena dan beberapa wanita membawa rempah-rempah ke makam Yesus untuk meminyaki Tubuh-Nya sesuai kebiasaan orang Yahudi. Mereka kembali dengan berlari-lari kepada para rasul untuk menyampaikan suatu berita yang mengejutkan. Tubuh Yesus telah hilang dari makam. Petrus dan Yohanes pergi untuk menyelidiki hal itu. Hati Yohanes yang bergetar hebat membuat ia berlari dengan sangat cepat dan tiba terlebih dahulu, tetapi karena ia menghormati Petrus; ia tidak mau mendahului Petrus untuk masuk ke dalam kubur.

Walau ia merupakan murid yang paling dikasihi Yesus; tapi Yohanes adalah orang yang sangat rendah hati. Ia masih menunggu sampai Petrus datang dan masuk ke dalam makam terlebih dahulu. Baru sesudahnya, ia masuk dan melihat kain kafan yang telah tergulung rapi.

Kemudian, dalam minggu itu juga, para murid sedang memancing di Danau Tiberias tanpa hasil. Seseorang yang berdiri di pantai mengatakan kepada mereka untuk menebarkan jala ke sisi lain perahu. Ketika mereka menarik kembali, jala tersebut penuh dengan ikan-ikan besar. Yohanes adalah orang pertama yang mengenali siapa Orang itu.

Tapi dengan kerendahan hati yang luar biasa ia terlebih dahulu mendekati Petrus dan berkata, “Itu Tuhan!”.

Petrus si Batu Karang segera saja terjun ke Danau dan berenang ke Pantai menuju Tuhan; sedangkan Yohanes dan para Rasul yang lain tetap datang dengan perahu. (Yoh 21:1-14)

Kedekatan Santo Yohanes dengan Yesus tercermin dalam pertanyaan Petrus ini :”Tuhan, apakah yang akan terjadi dengan dia ini..?” (yoh 21:21).

Saat itu Yesus menjawab:”Jikalau Aku menghendaki supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu. Tetapi engkau : ikutilah Aku”.

Pernyataan Yesus ini membuat para rasul yang lain sempat berpikir kalau Yohanes tidak akan mati. Dengan turunnya Roh Kudus pada hari Pentakosta, para rasul menjadi penuh dengan Kuasa dan keberanian mewartakan Injil. Mereka mulai menyebarkan kabar gembira dan mengadakan banyak mijizat dalam nama Yesus.

Dalam kitab Kisah Para Rasul, Santo Lukas mencatat bagaimana Petrus dan Yohanes menyembuhkan seorang pengemis lumpuh di Gerbang Indah Bait Allah dengan berkata : “.. Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!” (kis 3:6).

Setelah jemaat perdana di Yerusalem terbentuk, para Rasul terus mewartakan injil ke segala penjuru dunia. Yohanes berkarya dari Yerusalem sampai ke kota Efesus (sekarang : Selçuk, Provinsi İzmir, Turki). Ia tinggal di kota ini dan menjadi memimpin umat beriman (Uskup) sampai akhir hidupnya. Di kota ini pula Yohanes diyakini menulis Injil keempat, tiga buah surat Gembala, dan Kitab terakhir dari Perjanjian Baru : kitab Wahyu.

Yohanes hidup hampir seabad lamanya. Walau Ia tidak wafat sebagai seorang martir, tetapi sungguh ia menjalani hidup yang penuh penderitaan. (Tradisi lain menyatakan bahwa Rasul Yohanes mati sebagai martir; tapi tradisi ini kurang diterima karena tidak mampu menyebutkan dimana tempat kemartiran Rasul Yohanes).

Di tahun-tahun terakhir hidupnya, ketika ia tidak lagi dapat berkhotbah, para muridnya tetap dengan setia membawanya ke tengah jemaat.

Pesannya yang terakhir sangat sederhana; “Anak-anakku, kasihilah seorang akan yang lain.” Ia wafat di Efesus sekitar tahun 101 M.

Banyak kisah-kisah mujizat yang menurut tradisi diadakan oleh Rasul Yohanes. Sebagian mungkin hanyalah “mitos”. Beberapa diantaranya : Ketika Yohanes sedang dalam perjalanan untuk berkhotbah di Asia, kapalnya rusak dalam badai, semua orang berhasil menyelamatkan diri ke pantai, kecuali Yohanes. Yohanes kemudian dinyatakan meninggal. Tapi dua minggu kemudian gelombang laut melemparkan Yohanes ke pantai dan jatuh di dekat kaki Prochoros salah seorang muridnya; dalam keadaan hidup.

Ketika Yohanes mengatakan penyembahan berhala adalah pekerjaan iblis, para pemuja dewi Artemis melemparinya dengan batu. Batu-batu yang dilemparkan mental dan mengenai para pelempar.

Yohanes berdoa di sebuah kuil Artemis, lalu turunlah api dari langit yang membakar 200 orang yang sedang menyembah berhala itu. Ketika sebagian orang yang tersisa memohon belas kasihan, ia membangkitkan kembali 200 orang yang sudah mati. Mereka semua kemudian bertobat dan dibaptis.

Dalam sebuah pelayaran, persediaan air di atas kapal habis. Yohanes kemudian mengubah air laut menjadi air tawar untuk diminum.

Seorang pesulap bernama Ceonops, berpura-pura dapat menghidupkan kembali tiga orang yang sudah meninggal. Tiga “Orang” mati tersebut sebenarnya adalah iblis yang bersekutu dengan pesulap tersebut. Melalui doa, Santo Yohanes mengagalkan tipu muslihat penyihir itu dan setan-setan sekutunya lari menghilang.

Sekali setahun makamnya menyebarkan aroma harum yang dapat menyembuhkan orang sakit.

Arti Nama

Berasal dari nama Yunani Ιωαννης (Ioannes), yang aslinya berasal dari nama Ibrani יוֹחָנָן (Yochanan) yang berarti “YAHWEH Maha pengasih”, “Allah Maha Baik”

Data

Perayaan : 27 Desember

Lahir : Hidup abad pertama

Kota asal : Galilea – Israel

Wilayah karya : Galilea, Yerusalem, Efesus, Asia Kecil

Wafat : Sekitar tahun 100, di Efesus (Sekarang Turki). Sebuah Basilika yang indah pernah dibangun di atas makamnya di Efesus oleh kaisar Justinian I pada abad ke-6; Basilika tersebut saat ini hanya tinggal reruntuhan.

Beatifikasi : –

Kanonisasi : Pre-Congregation

Referensi : Yesaya – Saints.SQPN.com – Wikipedia

Baca juga : Rasul Yohanes

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari JagoKomsos.Org

Mari bergabung di Grup dan Chanel Telegram “JAGO KOMSOS“, caranya klik link https://t.me/jagokomsos kemudian join. Anda harus menginstall aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Advertisements
Advertisements