BACAAN HARIAN

Pengampunan Yang Tulus

Kita diminta keterbukaan untuk memberikan pengampunan yang tulus kepada sesama yang bersalah terhadap kita, karena kita telah lebih dahulu mengalami belas kasihan dan pengampunan dari Allah dalam hidup ini.

Renungan Harian Katolik, Selasa 22 Maret 2022, Pekan Prapaskah III (Ungu).

Bacaan I : Dan. 3:25.35-43

Mazmur : 25:4b-5b.6.7c.8-9

Bacaan Injil : Matius 18:21-35

Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: “Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?”

Yesus berkata kepadanya: “Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali. Sebab hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya. Setelah ia mulai mengadakan perhitungan itu, dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta. Tetapi karena orang itu tidak mampu melunaskan hutangnya, raja itu memerintahkan supaya ia dijual beserta anak isterinya dan segala miliknya untuk pembayar hutangnya. Maka sujudlah hamba itu menyembah dia, katanya: Sabarlah dahulu, segala hutangku akan kulunaskan. Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya. Tetapi ketika hamba itu keluar, ia bertemu dengan seorang hamba lain yang berhutang seratus dinar kepadanya. Ia menangkap dan mencekik kawannya itu, katanya: Bayar hutangmu! Maka sujudlah kawannya itu dan memohon kepadanya: Sabarlah dahulu, hutangku itu akan kulunaskan. Tetapi ia menolak dan menyerahkan kawannya itu ke dalam penjara sampai dilunaskannya hutangnya. Melihat itu kawan-kawannya yang lain sangat sedih lalu menyampaikan segala yang terjadi kepada tuan mereka. Raja itu menyuruh memanggil orang itu dan berkata kepadanya: Hai hamba yang jahat, seluruh hutangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonkannya kepadaku. Bukankah engkaupun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau? Maka marahlah tuannya itu dan menyerahkannya kepada algojo-algojo, sampai ia melunaskan seluruh hutangnya. Maka Bapa-Ku yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu.”

RENUNGAN

Bertobat bukan hanya sibuk dengan diri sendiri, tetapi juga perlu membenahi relasi kita yang kurang beres dengan orang lain. Dan pihak kita diminta keterbukaan untuk memberikan pengampunan yang tulus kepada sesama yang bersalah terhadap kita, karena kita telah lebih dahulu mengalami belas kasihan dan pengampunan dan Allah dalam hidup ini.

Pengalaman diampuni, diterima, dan dicintai Allah itu harus diresapkan dalam kesadaran kita agar dapat menggerakkan hati untuk mengampuni sesama secara tulus, total, dan lemah lembut. Pengalaman itu juga akan memampukan kita untuk ikut merasakan kesesakan sesama mendengarkan jeritan permohonan sesama, memaklumi kemalangan yang sedang dialami serta pada akhirnya juga mencintai sesama (Mat. 18:2 1 -35).

Dengan demikian, pertobatan membuat kita semakin dekat dengan Allah. Kita semakin berbelas kasih, lemah lembut, murah hati, peka mendengarkan jeritan kemalangan orang lain yang remuk-redam hatinya (Dan. 3:25.34-43)

DOA

Ya Allah Roh Kudus, bantulah kami untuk menyadari dan mengalami kembali pengampunan dan cinta-Mu agar kami dapat mengampuni sesama. Amin.

Baca juga : Di Balik Hal-Hal Yang Biasa

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari JagoKomsos.Org.

Mari bergabung di Grup dan Chanel Telegram “JAGO KOMSOS“, caranya klik link https://t.me/jagokomsos kemudian join. Anda harus menginstall aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia.

Advertisements
Advertisements