Nikah Yuk…

Aku ingin bersama dirimu selamanya,
dengan diksi yang tak sanggup kurangkai lagi,
sebagai janji yang akan kubawa mati.

Aku ingin bersama dirimu selamanya,
dengan keutuhan cinta yang hanya menjadi milik kita berdua,
sampai kemilau hitam di kepala menjadi uban di renta usia.

Menua, bersama, selamanya.

Beribu sajak cinta tak akan pernah cukup sekedar untuk mengurai pernikahan, sebuah janji suci dua sejoli yang saling mengasihi. Pernikahan selalu identik dengan hari yang penuh dengan kebahagiaan. Pernikahan juga menjadi satu hari yang paling dinanti-natikan oleh semua pasangan. Hari pernikahan sejatinya adalah awal mula mahligai bahtera rumah tangga.

Ibarat bahan roti dalam adonan kue, tepung dan ragi disatukan. Pohon-pohon bertunas dan berbuah. Benih tersebar dan tumbuh berkembang di permukaan bumi.

Bersama putaran alunan waktu, teriring langkah kaki terbalut rindu. Teduh senyumu hiasi cinta yang berlabuh. Terpaku. Hari yang kunanti telah menunggu.

Bersama siang dan malam yang selalu berdekapan, terangkai lembar selimut kenangan. Terpatri. Menjawab semua penantian. Terpaku. Cintamu menuntunku ke singgasana peraduan.
Padamu, yang selalu bersemayam dalam benakku, janji suci telah kau ikatkan. Eja namamu telah kugenggam, mendayung bersama sampan arungi keras-ganasnya kehidupan.

Tuh… kan… indahnya sebuah pernikahan! Masih kurang?

Selamat datang kekasih, di petapaan rinduku. Kubawa gelas madu untuk hidangan, di atas restuNya tersulam ikatan, menuju anjungan cintaNya di taman surga.

Kujadikan kau permata di pentas hidupku. Pintaku padamu kekasih hati, temanilah aku menyelam rinduNya. Itulah destinasi percintaan ini.

Pada kau yang bergelar istri, kuhadiahkan sekalung rindu Illahi. Kubimbing sama langkahmu. Dan kau pun sama. Jika kau tertelan empedu akulah penawarmu. Jika ku tertusuk duri kaulah pengobat perihku.
Kekasih, kekal lah bersamaku. Langit telah menuliskan di dedaun rindu. Takdirmu merawat pohon cinta bersamaku.

etc… etc… etc… dan seabreg lagi diksi puisi perihal indahnya mahligai pernikahan dan cinta dua sejoli. Tuhan menciptakan manusia untuk berpasangan dan semua itu baik adanya.

Anyway… Buat yang udah siap mau nikah, segera ikuti Katekese Persiapan Perkawinan Gereja St. Yusup Ambarawa
Hanya di sini selengkapnya :

Advertisements
Advertisements

Leave a Reply

Your email address will not be published.