BACAAN HARIAN

Mulailah Dari Hal-Hal Kecil

Kalau kita mau membuat “mukjizat” mulailah dari hal-hal kecil, sederhana, dan apa yang ada. Apa pun yang ada itu akan bermanfaat kalau dipersembahkan kepada Tuhan dan diarahkan kepada kebaikan sesama.

Renungan Harian Katolik, Sabtu 12 Februari 2022, Pekan Biasa V (Hijau).

St. Marina; St. Benediktus dr Aniane

Bacaan I : 1Raj. 12:26-32; 13:33-34

Mazmur : 106:6-7a.19-20.21-20;

Bacaan Injil : Markus 8:1-10

Pada waktu itu ada pula orang banyak di situ yang besar jumlahnya, dan karena mereka tidak mempunyai makanan, Yesus memanggil murid-murid-Nya dan berkata: “Hati-Ku tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak ini. Sudah tiga hari mereka mengikuti Aku dan mereka tidak mempunyai makanan. Dan jika mereka Kusuruh pulang ke rumahnya dengan lapar, mereka akan rebah di jalan, sebab ada yang datang dari jauh.”

Murid-murid-Nya menjawab: “Bagaimana di tempat yang sunyi ini orang dapat memberi mereka roti sampai kenyang?”

Yesus bertanya kepada mereka: “Berapa roti ada padamu?”

Jawab mereka: “Tujuh.”

Lalu Ia menyuruh orang banyak itu duduk di tanah. Sesudah itu Ia mengambil ketujuh roti itu, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada murid-murid-Nya untuk dibagi-bagikan, dan mereka memberikannya kepada orang banyak.

Mereka juga mempunyai beberapa ikan, dan sesudah mengucap berkat atasnya, Ia menyuruh supaya ikan itu juga dibagi-bagikan. Dan mereka makan sampai kenyang.

Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang sisa, sebanyak tujuh bakul. Mereka itu ada kira-kira empat ribu orang. Lalu Yesus menyuruh mereka pulang. Ia segera naik ke perahu dengan murid-murid-Nya dan bertolak ke daerah Dalmanuta.

RENUNGAN

Ada beberapa hal pokok yang baik kita renungkan berkaitan dengan mukjizat penggandaan roti yang dilakukan Yesus.

Pertama, mukjizat itu terjadi karena hati yang tergerak oleh belas kasihan untuk kebaikan orang lain, bukan untuk kenyamanan diri sendiri seperti pemikiran Raja Yerobeam dalam bacaan pertama. Gerakan kasih yang muncul dalam diri mesti lalu diwujudkan dalam tindakan nyata, seperti yang dilakukan Yesus.

Kedua, mengajak orang lain untuk terlibat sehingga orang lain pun diharapkan ikut peduli.

Ketiga, mulai dari sesuatu yang ada, bukan dari sesuatu yang harus ada.

Keempat, apa yang ada itu dipersembahkan kepada Tuhan lalu dibagi-bagikan kepada sesama.

Ada sebuah contoh berkaitan dengan poin ketiga, yaitu memulai dari sesuatu yang ada. Dalam masyarakat atau bahkan dalam Iingkungan Gereja, ada saja orang yang memikirkan dan mementingkan ketersediaan fasilitas terlebih dahulu sebelum berbuat sesuatu. Misalnya, OMK mau aktif di gereja kalau ada fasilitas band, ruang musik untuk berlatih, guru musik yang andal, dan pastor paroki yang kece. Ini hanya contoh. Namun, hal seperti ini sangat mungkin terjadi. Untuk itu, kalau kita mau membuat “mukjizat” mulailah dari hal-hal kecil, sederhana, dan apa yang ada. Apa pun yang ada itu akan bermanfaat kalau dipersembahkan kepada Tuhan dan diarahkan kepada kebaikan sesama.

DOA

Tuhan, semoga kami senantiasa digerakkan oleh belas kasihan kepada sesama, seperti Yesus, Putra Mu, sehingga banyak orang tersapa dengan penuh kasih. Amin.

Baca juga : Efata! Terbukalah!

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari JagoKomsos.Org.

Mari bergabung di Grup dan Chanel Telegram “JAGO KOMSOS“, caranya klik link https://t.me/jagokomsos kemudian join. Anda harus menginstall aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia.