Mencari Kehendak Tuhan

Kita diajak untuk selalu mencari kehendak Tuhan, bukan hanya sibuk mencari siapa yang patut dipersalahkan. Karena Tuhan mengendaki kita semua disembuhkan dan dibebaskan dari dosa.

Renungan Harian Katolik, Selasa 5 April 2022, Pekan Prapaskah V (Ungu).

Santo Vinsensius Ferreri

Bacaan I : Bil. 21:4-9

Mazmur : 102:2-3.16-18.19-20

Bacaan Injil : Yohanes 8:21-30

Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak: “Aku akan pergi dan kamu akan mencari Aku tetapi kamu akan mati dalam dosamu. Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang.”

Maka kata orang-orang Yahudi itu: “Apakah Ia mau bunuh diri dan karena itu dikatakan-Nya: Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang?”

Lalu Ia berkata kepada mereka: “Kamu berasal dari bawah, Aku dari atas; kamu dari dunia ini, Aku bukan dari dunia ini. Karena itu tadi Aku berkata kepadamu, bahwa kamu akan mati dalam dosamu; sebab jikalau kamu tidak percaya, bahwa Akulah Dia, kamu akan mati dalam dosamu.”

Maka kata mereka kepada-Nya: “Siapakah Engkau?”

Jawab Yesus kepada mereka: “Apakah gunanya lagi Aku berbicara dengan kamu? Banyak yang harus Kukatakan dan Kuhakimi tentang kamu; akan tetapi Dia, yang mengutus Aku, adalah benar, dan apa yang Kudengar dari pada-Nya, itu yang Kukatakan kepada dunia.”

Mereka tidak mengerti, bahwa Ia berbicara kepada mereka tentang Bapa.

Maka kata Yesus: “Apabila kamu telah meninggikan Anak Manusia, barulah kamu tahu, bahwa Akulah Dia, dan bahwa Aku tidak berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri, tetapi Aku berbicara tentang hal-hal, sebagaimana diajarkan Bapa kepada-Ku. Dan Ia, yang telah mengutus Aku, Ia menyertai Aku. Ia tidak membiarkan Aku sendiri, sebab Aku senantiasa berbuat apa yang berkenan kepada-Nya.”

Setelah Yesus mengatakan semuanya itu, banyak orang percaya kepada-Nya.

RENUNGAN

Setiap orang selalu mengharapkan segala sesuatu dalam hidupnya berjalan sesuai yang diimpikan. Namun, terkadang kita seperti bangsa piihan yang menginginkan segala sesuatu berjalan baik tanpa ada pengorbanan. Sudah dua tahun kita berada dalam situasi tidak menentu akibat pandemi Covid- 19, kehadiran vaksin tidak mampu membendung penyebaran virus tersebut. Tentu ada pemberontakan dalam batin kita, karena terlalu lama pergerakan kita dibatasi. Tetapi, sudahkah kita setia mengikuti Protokol Kesehatan (ProKes)? Ataukah kita masih seperti bangsa pilihan yang gemar menyalahkan orang lain, tanpa melihat ke dalam diri sendiri?

Perintah untuk meninggikan ular tembaga di padang gurun menjadi tanda kenabian: Bahwa Tuhan hendaknya ditinggikan dan dimuliakan dalam peziarahan hidup kita, karena Dia telah membebaskan kita dan dosa-dosa. Dosa telah membuat kita menjadi tergantung pada kepuasan diri kita sendiri, bahkan membuat kita lupa bahwa Yesus telah mati untuk membebaskan kita dari dosa-dosa.

Hari ini, kita diajak untuk selalu mencari kehendak Tuhan, bukan hanya sibuk mencari siapa yang patut dipersalahkan. Karena Tuhan mengendaki kita semua disembuhkan dan dibebaskan dari dosa. Beranikah kita bersaksi demi kemuliaan Tuhan?

DOA

Tuhan, bimbinglah kami menjadi pribadi yang berani berkorban dan mewartakan kasih-Mu kepada semua orang. Amin.

Baca juga : Kerahiman Tuhan

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari JagoKomsos.Org.

Mari bergabung di Grup dan Chanel Telegram “JAGO KOMSOS“, caranya klik link https://t.me/jagokomsos kemudian join. Anda harus menginstall aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia.

Advertisements
Advertisements