Memberi Dari Kekurangannya

Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya.

Renungan Harian Katolik, Minggu, 7 November 2021
Bacaan I : 1Raj. 17:10-16
Mazmur : 146:7.8-9a.9bc-10;
Bacaan II : Ibr. 9:24-28
Bacaan Injil : Markus 12:38-44

Dalam pengajaran-Nya Yesus berkata: “Hati-hatilah terhadap ahli-ahli Taurat yang suka berjalan-jalan memakai jubah panjang dan suka menerima penghormatan di pasar, yang suka duduk di tempat terdepan di rumah ibadat dan di tempat terhormat dalam perjamuan, yang menelan rumah janda-janda, sedang mereka mengelabui mata orang dengan doa yang panjang-panjang. Mereka ini pasti akan menerima hukuman yang lebih berat.”

Pada suatu kali Yesus duduk menghadapi peti persembahan dan memperhatikan bagaimana orang banyak memasukkan uang ke dalam peti itu. Banyak orang kaya memberi jumlah yang besar. Lalu datanglah seorang janda yang miskin dan ia memasukkan dua peser, yaitu satu duit.

Maka dipanggil-Nya murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan. Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya.”

Baca juga : Setia Pada Perkara Kecil

RENUNGAN

Dalam bacaan pertama hari ini, kita terinspirasi oleh dua janda yang sangat murah hati dan menyerahkan diri mereka kepada penyelengaraan Ilahi. Lalu, apakah yang bisa kita pelajari dan sikap janda di Sarfat itu?

Pertama, melalul sosok janda ini kita diingatkan akan peran kita dalam karya pewartaan Allah bahwa kita dipanggil untuk iku serta dalam pewartaan yang universal. Kedua, janda di Sarfat itu rnenggambarkan keadaan kita manusia yang ditawari rahrnat Allah. Tuhan selalu dengan senang hati menunggu tanggapan kita terhadap undangannya.

Dari tokoh janda miskin yang ada dalam bacaan Injil kita diingatkan bagaimana memberi dengan ikhlas dan kekurangan. Janda miskin memberi dengan penuh cinta bahkan seluruh nafkahnya karena ia menyandarkan hidupnya secara total pada kemurahan dan penyelengaraan Ilahi. Tindakan janda ini dipuji oleh Yesus karena meskipun si janda itu miskin secara materi, namun ia sangat kaya dalam iman.

Janda miskin ini sekaligus juga mengingatkan kita akan doa St. Fransiskus Assisi agar hidup kita menjadi berkat bagi orang lain:

“Tuhan semoga aku lebih ingin menghibur daripada dihibur, memahami daripada dipahami, mencintai daripada dicintai, sebab dengan memberi aku menerima, dengan mengampuni aku diampuni…”

Sikap kedua janda dalam bacaan hari ini memperlihatkan kepada kita bahwa cinta mereka kepada Allah tidak akan sia-sia, sebab Allah sudah terlebih dahulu mengasihi mereka.

DOA

Ya Allah, bantulah kami supaya mampu menyerahkan diri dan percaya kepada Penyelenggaraan-Mu, sehingga kehadiran kami menjadi berkat bagi orang lain. Amin.

Advertisements
Advertisements