Mari, Berdirilah Di Tengah

Kata Yesus kepada orang yang mati sebelah tangannya itu: “Mari, berdirilah di tengah!”

Renungan Harian Katolik, Rabu 19 Januari 2022, Pekan Biasa II (Hijau).

Bacaan I : 1Sam. 17:32-33.37.40-51

Mazmur : 144:1.2.9-10

Bacaan Injil : Injil Markus 3:1-6

Pada suatu hari Sabat, Yesus masuk lagi ke rumah ibadat. Di situ ada seorang yang mati sebelah tangannya. Mereka mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang itu pada hari Sabat, supaya mereka dapat mempersalahkan Dia.

Kata Yesus kepada orang yang mati sebelah tangannya itu: “Mari, berdirilah di tengah!”

Kemudian kata-Nya kepada mereka: “Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membunuh orang?”

Tetapi mereka itu diam saja. Ia berdukacita karena kedegilan mereka dan dengan marah Ia memandang sekeliling-Nya kepada mereka lalu Ia berkata kepada orang itu: “Ulurkanlah tanganmu!”

Dan ia mengulurkannya, maka sembuhlah tangannya itu. Lalu keluarlah orang-orang Farisi dan segera bersekongkol dengan orang-orang Herodian untuk membunuh Dia.

RENUNGAN

Yang besar tidak selalu kuat, yang kecil tidak selalu lemah. Yang kuat tidak selalu menang, yang lemah tidak selalu kalah. Kemenangan dan kekalahan bersumber pada kebenaran dan keadilan yang berasal dari Allah. Yang menghina tidak selalu besar, kuat, dan menang, yang dihina tidak selalu kecil, lemah, dan kalah. Itulah kalimat yang bisa menggambarkan kemenangan Daud atas Goliath yang dinarasikan dalam bacaan pertama hari ini. Selanjutnya, kemenangan Daud ini bukan untuk menyombongkan diri, melainkan untuk sadar bahwa kuasa Allah tak ada bandingannya. Jika Allah di pihak kita, maka sebesar dan sekuat apa pun musuh pasti kalah. Namun kita ingat, Allah akan ada di pihak kita, jika kita menginginkan yang benar, baik, dan indah. Dengan prinsip itu, kita ingin bersatu dengan semua orang yang bertujuan sama, yaitu menyelamatkan sebanyak mungkin manusia.

Yesus dalam Injil hari ini (Mrk. 3:1 -6) menghadapi mereka yang terbelenggu oleh struktur agama yang salah dan penyakit. Penyakit fisik dan struktur sosial, politik, religius, dan kultural menjadi monster atau “Goliath” yang mematikan. Yesus yang tampaknya kecil dan Iemah, akhirnya bisa mengalahkan monster yang menakutkan ini.

Pembebasan manusia dan rasa takut dalam bentuk apa pun dan kebodohan yang menimbulkan alienasi adalah visi dan misi utama agama. Itulah pesan bacaan suci hari ini melalui tokoh Daud dan Yesus.

DOA

Ya Tuhan, jadikan kami seperti Daud dan Yesus yang mengalahkan “Goliath” ketakutan, penyakit, dan struktur yang membelenggu. Amin.

Baca juga : Hari Sabat

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari JagoKomsos.Org

Mari bergabung di Grup dan Chanel Telegram “JAGO KOMSOS“, caranya klik link https://t.me/jagokomsos kemudian join. Anda harus menginstall aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Advertisements
Advertisements