ARTIKEL

Kegagalan dan Kesuksesan

Kegagalan dan kesuksesan tidaklah berada jauh di seberang, tapi terkadang berada di depan mata.

Jika kita gagal dalam melakukan sesuatu, bangkitlah! Jika gagal lagi, bangkitlah sekali lagi, lagi dan lagi!

Kegagalan adalah saat dimana kita berhenti melangkah. Kegagalan adalah bagian dari proses belajar dan memperkuat diri kita untuk mencapai kesuksesan. Melalui kegagalan, kita dapat memperoleh pandangan dan pengalaman baru, memperbaiki diri, memotivasi kita untuk berusaha lebih keras dan bekerja dengan lebih baik. Kuncinya adalah untuk tidak berhenti dan tetap berusaha serta belajar dari setiap kegagalan.

Kegagalan dan kesuksesan tidaklah berada jauh di seberang, tapi terkadang berada di depan mata. Terkadang, kegagalan membuat kita putus asa dan tidak percaya diri. Namun kegagalan bukanlah akhir dari sebuah perjalanan. Kegagalan hanyalah hambatan sementara. Kita harus memiliki tekad dan semangat untuk bangkit dan melanjutkan perjalanan menuju cita-cita kita.

Di sisi lain, kesuksesan juga tidak datang dengan mudah. Kesuksesan membutuhkan usaha yang berkesinambungan dan perbaikan yang terus-menerus.

Jangan takut untuk bangkit dan memulai lagi setelah kegagalan. Gunakanlah setiap pengalaman untuk membangun diri dan menjadi lebih baik. Jalan menuju keberhasilan adalah melalui perjuangan dan kesabaran.

Kesuksesan membutuhkan usaha, perjuangaan, sikap percaya diri dan tekad yang kuat. Tanpa usaha dan perjuangan, cita-cita hanyalah akan tetap menjadi sebuah impian. Dan tanpa sikap percaya diri serta tekad yang kuat, kita tidak akan memiliki motivasi dan keberanian untuk terus berjuang, terlebih ketika menghadapi kesulitan dan kegagalan.

Dengan menjaga keseimbangan antara usaha, perjuangan dan sikap percaya diri, kita dapat memastikan bahwa kita bergerak maju menuju tujuan kita dan mencapai keberhasilan yang kita impikan. Jangan pernah menyerah dan terus berjuang serta percayalah pada diri sendiri serta kemampuan untuk mencapai cita-cita kita.

Yesus dan Perempuan dari Siro-Fenesia

Injil hari ini mengisahkan seorang perempuan dari Siro-Fenesia yang datang kepada Yesus untuk menyembuhkan anaknya yang sedang kerasukan. Ia tidak serta-merta memperoleh apa yang dimintanya, bahkan sempat ditolak. Namun perempuan ini tidak menyerah. Ia tidak berhenti dengan penolakan itu.

Dengan penuh kerendahan hati, perempuan itu terus memperjuangkan keinginannya dan mengakui semua yang dikatakan Yesus kepadanya.

Tanpa diduga, semua perjuangannya tidaklah sia-sia. Lewat perkataanya, ia mampu meluluhkan hati Yesus. Bahkan Yesus dibuat terkagum-kagum dengan apa yang dikatakan perempuan itu.

Dalam kehidupan sehari-hari, hidup terkadang tidak berjalan seperti yang kita inginkan. Ada kalanya kita merasa gagal dalam hidup. Kita merasa gagal karena segala perjuangan dan jerih payah seakan-akan terasa sia-sia dan tak berguna.

Kita berdoa kepada Tuhan, tapi sepertinya Tuhan tidak mengabulkan permohonan kita. Namun demikian, kita dapat belajar dari Injil hari ini. Kita dapat belajar dari perempuan dari Siro-Fenesia.

Kita dapat belajar bagaimana ia berjuang untuk memohon kesembuhan bagi anaknya. Kita juga dapat belajar bagaimana bersikap rendah hati dan percaya kepada Tuhan. Melalui kedua sikap inilah maka ia memperoleh kesembuhan bagi anaknya.

Maka, dalam perjuangan hidup kita sehari-hari, hendaklah kita bersikap demikian. Sikap yang senantiasa rendah hati dan tetap percaya akan kuasa Tuhan.

Kekuatan tekad perempuan Siro-Fenisia menginspirasi kita untuk ulet dan tidak putus asa dalam menghadapi seberat apapun permasalahan hidup. Segala permasalahan hidup tidak dapat diselesaikan hanya dengan semangat yang rapuh dan loyo.

Kemauan dan tekad yang kuat akan menghasilkan ‘mukjizat’ yang membawa kita keluar dari kesulitan kita. Banyak prestasi besar yang terukir berkat kekuatan sebuah tekad. Banyak kesembuhan yang terjadi berkat tekad dan harapan besar dari si sakit.

Dari perempuan itu kita juga bisa belajar untuk menjadi orang yang selalu berkata dan bersikap positif, sekalipun suasana tidak sedang kondusif. Bagi perempuan Siro-Fenesia tadi, kesembuhan anaknya jauh lebih penting daripada reaksi orang atas usahanya mencari kesembuhan bagi anaknya.

Kata-kata positif dapat mengubah dunia. Kata-kata positif selalu dapat menumbuhkan diri sendiri maupun orang lain dan Tuhan Yesus sangat menghargai kata-kata positif dari perempuan itu. (dp)

Baca juga : Hati Yang Jernih

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari JagoKomsos.Org

Mari bergabung di Grup dan Chanel Telegram “JAGO KOMSOS“, caranya klik link https://t.me/jagokomsos kemudian join. Anda harus menginstall aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *