Iman Sebesar Biji Sesawi

Kalau sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada pohon ara ini: Terbantunlah engkau dan tertanamlah di dalam laut, dan ia akan taat kepadamu.

Renungan Harian Katholik, Senin, 8 November 2021, Pekan Biasa XXXII (HIJAU)
Bacaan I : Keb. 1:1-7
Mazmur : 139:1-3.4-6.7-8.9-10;
Bacaan Injil : Matius 17:1-6

Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Tidak mungkin tidak akan ada penyesatan, tetapi celakalah orang yang mengadakannya. Adalah lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya, lalu ia dilemparkan ke dalam laut, dari pada menyesatkan salah satu dari orang-orang yang lemah ini. Jagalah dirimu! Jikalau saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia, dan jikalau ia menyesal, ampunilah dia. Bahkan jikalau ia berbuat dosa terhadap engkau tujuh kali sehari dan tujuh kali ia kembali kepadamu dan berkata: Aku menyesal, engkau harus mengampuni dia.” Lalu kata rasul-rasul itu kepada Tuhan: “Tambahkanlah iman kami!” Jawab Tuhan: “Kalau sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada pohon ara ini: Terbantunlah engkau dan tertanamlah di dalam laut, dan ia akan taat kepadamu.”

Baca juga : Memberi Dari Kekurangannya

RENUNGAN

The Tablet, sebuah majalah mingguan Katolik, pernah menyajikan sebuah kisah tentang seorang imam sepuh, Cyril Murtagh, yang melayani umatnya dengan sukacita sampai usianya yang kesembilan puluh dua tahun. lmam tua itu begitu dicintai dan dihargai oleh umatnya karena ia menjadi seorang imam sederhana yang mampu menghargai, mendengar, menasihati, menyatukan, dan mengampuni umatnya. Hal yang sama diwartakan kepada kita. Kita semua diajak untuk mempraktikkan cara hidup beriman kristiani yang hakiki. Kita hanya dapat melakukannya apabila ada dasar iman yang kokoh serta kepercayaan yang teguh pada penyelenggaraan Ilahi.

Kisah perjalanan hidup imam sepuh tersebut bagaikan cermin dan bacaan Injil hari ini. la tidak menghakimi melainkan mengampuni. Ia juga tidak menyesatkan, melainkan menyatukan umatnya. la tidak membiarkan umatnya berkutat dalam dosa, tetapi ia menasihati dan memberikan mereka kesempatan untuk bertobat. Pada akhir Injil hari ini, para murid meminta kepada Yesus untuk menambahkan iman mereka. Sebenarnya, jikalau mereka menjalankan nasihat yang diberikan Yesus, iman mereka akan sungguh bertambah. Pastor Cyril Murtagh mengatakan, “Faith is an invitation to believe. “ Benar bahwa beriman berarti kita diundang untuk percaya. Kita diajak untuk menambah iman dan kepercayaan kita dengan menjalankan pesan-pesan lnjil yakni dengan menjadi saudara bagi sesama, saling menjaga, saling menasihati, saling mempersatukan, dan saling mengampuni.

DOA

Ya Allah, teguhkanlah iman dan harapan kami akan kasih dan kesetiaan-Mu untuk menyelamatkan kami

Advertisements
Advertisements