Dari Yudea Wartakan Kabar Suka Cita

JagoKomSos.org – Kabar suka cita datang dari Yudea, Bandungan. Sabtu, 2 Oktober 2021, Tim Sosialisasi Tata Perayaan Ekaristi (TPE) Baru 2020 kembali berkiprah. Kali ini giliran Wilayah Yudea, Bandungan, yang mendapat kesempatan.

Dimulai tiga puluh menit jelang pukul 16.00 WIB, pembekalan TPE Baru 2020 dipandu oleh Yohanes Tri Widagdo dan Angela Merici Chrisan Firmana. Kegiatan pembekalan ini berlangsung di Gereja Maria Bunda Allah, Wilayah Yudea, Bandungan.

Pembekalan TPE Baru 2020 di Gereja Maria Bunda Allah, Wilayah Yudea, Bandungan

Tim Sosialisasi tak hanya memperkenalkan Tata Perayaan Ekaristi (TPE) Baru 2020 semata, namun sekaligus mengajari langsung beberapa perubahan pada Tata Pelaksanaan Ekaristi (TPE) yang terbaru.

Umat Yudea tampak begitu antusias dan mengikuti seluruh rangkaian sosialisasi TPE 2020 dengan seksama.

Tepat pukul 16.00 WIB, kabar suka cita ini langsung dilanjutkan dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Romo Agustinus Sigit Widisana, SJ.

Umat Wilayah Yudea meyimak sosialisasi TPE Baru 2020

“Kami berharap, umat dapat betul-betul mengerti dan memahami TPE Baru 2020 ini. Pasalnya, TPE terbaru ini akan segara diterapkan. Tepatnya nanti per 1 November 2021.” harap Yohanes Tri Widagdo atau yang biasa disapa Pak Tri di akhir acara.

Baca juga : Medley Sosialisasi TPE

Dilansir dari katoliknews, buku TPE Baru 2020 ini dicetak dan diterbitkan oleh Komisi Liturgi dan penerbit rohani OBOR. Buku ini akan dijadikan pedoman bagi imam yang memimpin Ekaristi.

Kardinal Ignatius Suharyo, yang sekaligus menjabat sebagai Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), dalam peluncuran buku TPE 2020 di Gedung Penerbit dan Toko Rohani OBOR, Jakarta, 7 Mei 2021, menjelaskan, buku TPE yang dipakai di Indonesia sampai saat ini adalah TPE tahun 2005, yang disusun berdasarkan buku Misale Romawi tahun 2002. Diberi nama TPE 2005 karena resmi digunakan pada tahun itu.

Namun, pada tahun 2008 muncul buku Misale Romawi baru, sehingga KWI mengusahakan supaya TPE 2005 yang didasarkan pada Misale Romawi 2002 itu disesuaikan dengan Misale romawi 2008, maka jadilah TPE 2020 diberi nama TPE 2020, karena finalisasi rumusan doa dan lain sebagainya selesai pada tahun 2020 lalu. Adapun batas terakhir penggunaan TPE 2005 adalah sampai 1 November 2021 mendatang.

Penggunaan TPE yang sama dengan Gereja Katolik Roma ini bukan sekadar buku yang dipakai, melainkan wujud kesadaran bahwa Gereja itu satu.

“Kita memakai Misale Romawi karena memang kita dari Gereja Katolik Roma Ritus Latin, maka sebagai tanda kesatuan kita dengan seluruh Gereja, kita menggunakan buku itu,” jelas Kardinal Suharyo.

Beliau pun berharap, kehadiran TPE baru ini makin mengajak kita semua memahami misteri ekaristi, makin juga berpartisipasi di dalamnya, sehingga kita makin berjumpa dengan Yesus yang mengorbankan diri dalam perayaan ekaristi dan kita mengalami betapa besar kasih Allah dalam perayaan ekaristi.

Kontributor Liputan : Aloysius Andreanto Rahardjo

Advertisements
Advertisements