Berteman Dengan Yesus

Kita bisa berteman dengan Yesus “karena orang-orang miskin selalu ada padamu, tetapi Aku tidak akan selalu ada pada kamu” (Yoh. 12:8).

Renungan Harian Katolik, Senin 11 April 2022.

Pekan Suci (Ungu)

Bacaan I : Yes. 42:1-7

Mazmur : 27:1.2.3.13-14

Bacaan Injil : Yohanes 12:1-11

Enam hari sebelum Paskah Yesus datang ke Betania, tempat tinggal Lazarus yang dibangkitkan Yesus dari antara orang mati. Di situ diadakan perjamuan untuk Dia dan Marta melayani, sedang salah seorang yang turut makan dengan Yesus adalah Lazarus.

Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu.

Tetapi Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus, yang akan segera menyerahkan Dia, berkata: “Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?”

Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya.

Maka kata Yesus: “Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku. Karena orang-orang miskin selalu ada pada kamu, tetapi Aku tidak akan selalu ada pada kamu.”

Sejumlah besar orang Yahudi mendengar, bahwa Yesus ada di sana dan mereka datang bukan hanya karena Yesus, melainkan juga untuk melihat Lazarus, yang telah dibangkitkan-Nya dari antara orang mati. Lalu imam-imam kepala bermupakat untuk membunuh Lazarus juga, sebab karena dia banyak orang Yahudi meninggalkan mereka dan percaya kepada Yesus.

RENUNGAN

Setiap orang pasti memiliki teman, tetapi tidak semua orang memiliki sahabat. Teman bisa silih berganti seiring dengan cara kita berteman dan bergaul. Ada begitu banyak pribadi yang memandang bahwa teman ada yang mendukung, tetapi juga tidak sedikit yang membenci. Itulah situasi saat Yesus di Betania.

Saat Marta melayani Yesus dengan makanan, dan Maria membasuh kaki-Nya dengan minyak naraswatu murni, ternyata tidak semua bahagia. Yudas menganggap apa yang dilakukan Maria membuang-buang uang. Para imam juga tidak senang dengan kebangkitan Lazarus karena membuat Yesus semakin terkenal sehingga mereka ingin melenyapkan-Nya dengan tuduhan ajaran-Nya menyesatkan.

Yesaya yang hidup jauh sebelum Yesus, menubuatkan bahwa para imam akan menolak bahwa kehadiran Yesus yang di mata mereka mengganggu kenyamanan mereka sebagai orang terpandang dan terhormat. Akan tetapi, Bapa menjunjung tinggi Yesus, dan Roh Tuhan ada pada-Nya (bdk.Yes. 42:1).

Yesus hadir di tengah-tengah kita untuk menegakkan keadilan: Lalu, siapakah kita kemudian yang menolak Dia?

Mudah untuk mengikuti Dia, asalkan kita tidak menggunakan cara lama, tetapi cara hidup baru menurut ajaran-Nya. Kita bisa berteman dengan Yesus “karena orang-orang miskin selalu ada padamu, tetapi Aku tidak akan selalu ada pada kamu” (Yoh. 12:8).

Beranikah kita bersahabat dengan Yesus?

DOA

Tuhan, tuntunlah kami untuk bersahabat dan tinggal bersama-Mu di dalam peziarahan hidup kami di dunia ini. Amin.

Baca juga : Kenyamanan atau Perubahan

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari JagoKomsos.Org.

Mari bergabung di Grup dan Chanel Telegram “JAGO KOMSOS“, caranya klik link https://t.me/jagokomsos kemudian join. Anda harus menginstall aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia.

Advertisements
Advertisements