Berbagi Di Tengah Pandemi

Berbagi di tengah Pandemi, demikian tajuk yang kami usung mewakili kegiatan sosial di Gereja Santo Yusup Ambarawa.

JagoKomSos–Hari Minggu, 26 September 2021, Tim Pelayanan Hubungan Antar Agama dan Kepercayaan (HAK) bekerjasama dengan Tim Pelayanan Sosial Ekonomi (PSE) yang bernaung dibawah Bidang Pelayanan Kemasyarakatan, mengadakan kegiatan yang diberi nama Bakti Sosial “Berbagi Membantu Umat Paroki Santo Yusup Ambarawa Yang Terdampak Pandemi Covid 19.”

Kegiatan ini dilakukan atas dasar keprihatinan gereja terhadap begitu banyaknya umat yang terdampak oleh pandemi. Selain itu, masih banyak pula orang-orang di sekitar kita yang membutuhkan uluran bantuan. Mereka telah bekerja keras setiap hari demi sesuap nasi dan lagi masih ditambah dengan Pandemi Covid 19 yang belum mau sirna. Dengan kegiatan ini, diharapkan dapat sedikit meringankan beban yang mereka tanggung dalam menghadapi Pandemi Covid-19 ini.

“Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa kepedulian sosial bagi umat Paroki Santo Yusup Ambarawa. Selain itu untuk meringankan beban perekonomian umat dalam menghadapi pandemi covid 19 serta meningkatkan dan mempererat tali persaudaraan.” Demikian Bapak Tri Margono sebagai ketua panitia memaparkan.

Bentuk Kegiatan

Adapun bentuk kegiatan Bakti Sosial ini berupa pembagian beras per paket sebesar 8 kilogram. Jumlah paket yang disiapkan sebanyak 175 paket. Adapun sasaran enerima bantuan ini adalah umat Paroki Santo Yusup Ambarawa yang terkena dampak Pandemi Covid 19.

“Bantuan beras ini adalah kerjasama dengan Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Semarang dan diberikan kepada 74 lingkungan yang ada di Paroki Santo Yusup Ambarawa. Adapun masing-masing lingkungan mendapat jatah dua paket yang diberikan kepada dua keluarga.” lebih lanjut Pak Tri menjelaskan.

Kerjasama Lintas Bidang

Kegiatan Bakti Sosial ini adalah kerjasama lintas bidang, baik di tingkat Tim Pelayanan di tingkat Paroki, dalam hal ini Tim Pelayanan Sosial Ekonomi (PSE) dan Tim Pelayanan Hubungan Antar Agama dan Kepercayaan (HAK), serta Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) tingkat Kabupaten Semarang.

Bapak Vinsensius Sumanto, sebagai Satgas Covid Paroki lebih lanjut menjelaskan,

“Tim Pelayanan Hubungan Antar Agama (HAK) mendapat bantuan dana dari Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) sebesar 25 juta rupiah. Oleh TimPel HAK, bantuan tersebut dibagi-bagi. Sebesar 15 juta digunakan untuk Bakti Sosial. Sisanya sebesar 10 juta digunakan untuk pengadaan sarana-prasarana Protokol Kesehatan sehubungan dengan penanganan Covid 19 di tingkat Paroki.”

Kebaikan Bukanlah Monopoli Sepihak

Senada dengan homili Romo Aloysius Suryawasita, SJ dalam misa pagi ini, Beliau mendengungkan pemahaman kepada umat

“Jangan memonopoli pelayanan kepada mereka yang menderita. Ada orang lain yang beragama lain, berbuat yang sama, berbuat baik kepada orang-orang yang menderita, kita syukuri. Mereka adalah kawan seperjuangan kita. Meskipun beda agama. Siapa saja yang berbuat baik adalah kawan kita. Kawan sekerja kita.”  

Jangan Beri Ikan, Ajari Buat Kail

Secara terpisah, Romo Aloysius Suryawasita SJ, pernah berujar,

“Kalaupun toh kita mesti memberi ikan, itu tetaplah hal yang bagus. Terlebih disaat mendesak. Idealnya, ajarilah mereka yang membutuhkan untuk membuat kail, jala kalau perlu. Jadi kemandirian dan kesejahteraan akan menjadi lebih baik.”

Sebagai catatan kecil, sekalipun bantuan sosial berupa beras ini terkesan agak terlambat, itu dikarenakan dana yang memang baru saja turun belum lama ini. Setidaknya, Tim Pelayanan Sosial Ekonomi (PSE) dan Tim Pelayanan Hubungan Antar Umat Beragama dan Kepercayaan (HAK) telah menjalankan tugas pelayanannya dengan baik. (dp)

Advertisements
Advertisements