Beroleh Hidup Yang Kekal

Anak manusia harus ditinggikan supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.

Pekan Biasa XXIV

PESTA SALIB SUCI (MERAH)

BACAAN I: Bil. 21:4-9

MAZMUR: 78:1-2.34-35.36-37.38

BACAAN II: Flp. 2:6-11

BACAAN INJIL: Yohanes 3:13-17

Tidak ada seorangpun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia. Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.

RENUNGAN

Hari ini adalah hari Pesta Salib Suci. Berbicara tentang salib tentu tidak bisa dilepaskan dari Yesus Kristus yang disalibkan untuk menebus dosa-dosa kita. Dalam tradisi kuno, salib digunakan untuk menghukum orang-orang yang mempunyai kesalahan berat dan hukuman ini sangat menyakitkan baik secara fisik maupun psikis. Yesus mengalami beratnya hukuman salib itu bukan karena la mempunyai kesalahan, tetapi karena cinta-Nya yang paling radikal untuk kita sehingga la rela menanggung kesalahan dan dosa kita.

Salib menjadi suci karena di atas salib itu tergantung Yesus, pribadi yang suci, yang rela mengurbankan jiwa dan raga-Nya untuk keselamatan kita. Peristiwa salib itu juga membuat kita percaya bahwa la benar-benar wafat tetapi kemudian bangkit pada hari ketiga. Ia telah mampu mengalahkan maut dan maut tidak lagi berkuasa atas Dia dan atas orang-orang yang percaya kepada-Nya.

Sebagai orang beriman, kita memandang dan merenungkan salib bersama dengan kebangkitan Kristus. Dengan demikian, jika kita kuat memanggul salib hidup kita, karena selalu bersama-sama dengan Kristus, maka kita juga akan mengalami kebangkitan seperti Dia. Kita akan mampu bangkit dari keputusasaan, keterpurukan, dan kegagalan hidup kita.

Tuhan Yesus Kristus, semoga dengan memandang dan merenungkan salib-Mu yang Suci, kami lebih bersemangat untuk mengejar kesucian dalam hidup ini. Amin.

Advertisements
Advertisements