Menghasilkan Buah Dalam Ketekunan

Yang jatuh di tanah yang baik ialah orang yang mendengar sabda itu dan menyimpannya dalam hati, dan menghasilkan buah dalam ketekunan.

PEKAN BIASA XXIV (Hijau)

St. Yosef dari Copertino

BACAAN I : 1Tim. 6:13-16

MAZMUR: 100:2-5

BACAAN INJIL: Lukas 8:4-15

Ketika orang banyak berbondong-bondong datang, yaitu orang-orang yang dari kota ke kota menggabungkan diri pada Yesus, berkatalah Ia dalam suatu perumpamaan:

“Adalah seorang penabur keluar untuk menaburkan benihnya. Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu diinjak orang dan burung-burung di udara memakannya sampai habis. Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, dan setelah tumbuh ia menjadi kering karena tidak mendapat air. Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, dan semak itu tumbuh bersama-sama dan menghimpitnya sampai mati. Dan sebagian jatuh di tanah yang baik, dan setelah tumbuh berbuah seratus kali lipat.”

Setelah berkata demikian Yesus berseru:

“Siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!”

Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya, apa maksud perumpamaan itu. Lalu Ia menjawab:

“Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Allah, tetapi kepada orang-orang lain hal itu diberitakan dalam perumpamaan, supaya sekalipun memandang, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mengerti. Inilah arti perumpamaan itu: Benih itu ialah firman Allah. Yang jatuh di pinggir jalan itu ialah orang yang telah mendengarnya; kemudian datanglah Iblis lalu mengambil firman itu dari dalam hati mereka, supaya mereka jangan percaya dan diselamatkan. Yang jatuh di tanah yang berbatu-batu itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menerimanya dengan gembira, tetapi mereka itu tidak berakar, mereka percaya sebentar saja dan dalam masa pencobaan mereka murtad. Yang jatuh dalam semak duri ialah orang yang telah mendengar firman itu, dan dalam pertumbuhan selanjutnya mereka terhimpit oleh kekuatiran dan kekayaan dan kenikmatan hidup, sehingga mereka tidak menghasilkan buah yang matang. Yang jatuh di tanah yang baik itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menyimpannya dalam hati yang baik dan mengeluarkan buah dalam ketekunan.”

RENUNGAN

Hari ini, Yesus mengajar dengan perumpamaan tentang seorang penabur, di mana benih ditabur menggambarkan Firman Tuhan dan tanah menggambarkan kita, orang-orang percaya kepada-Nya. Kita semua ingin menjadi tanah yang subur sehingga Firman dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan berbuah. Meskipun kita juga sadar bahwa tidak jarang kita menjadi tanah yang kering dan penuh dengan bebatuan.

Bagaimana agar kita bisa menjadi tanah yang subur? Kita diajak untuk mendengarkan, meresapkan, dan melaksanakan Firman Tuhan itu dalam kehidupan sehari-hari. Firman Tuhan hidup dalam perkataan dan tindakan kita saat di rumah, di tempat kerja, di gereja, di lingkung dan di masyarakat. Tentu dalam menjalankan Firman Tuhan itu kita akan menghadapi godaan, tantangan, kesulitan, cibiran, dan dijauhi banyak orang. Namun, kita harus tetap bertahan karna dalam kondisi seperti itulah kesetiaan, komitmen, dan konsistensi kita sebagai anak-anak diuji dan kita harus lulus. Allah senantiasa membantu kita.

Allah Maharahim, semoga kami selalu membuka hati untuk menerima Firman-Mu dan menghidupinya dalam hidup sehari-hari. Amin.

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari JagoKomsos.Org.

Mari bergabung di Grup dan Chanel Telegram “JAGO KOMSOS“, caranya klik link https://t.me/jagokomsos kemudian join. Anda harus menginstall aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Advertisements
Advertisements