Ia Mengutus Para Murid

Ia mengutus para murid mewartakan kerajaan Allah dan menyembuhkan orang-orang sakit.

Renungan Harian Katolik, Rabu 22 September 2021, Pekan Biasa XXV (Hijau), St. Thomas dari Vilkanova; St Maurintius dkk.

Bacaan I : Ezr. 9:5-9

Mazmur : Tob. 13:20.4.6-8

Bacaan Injil : Injil Lukas 9:1-6

Ia mengutus para murid mewartakan kerajaan Allah dan menyembuhkan orang-orang sakit.

Maka Yesus memanggil kedua belas murid-Nya, lalu memberikan tenaga dan kuasa kepada mereka untuk menguasai setan-setan dan untuk menyembuhkan penyakit-penyakit. Dan Ia mengutus mereka untuk memberitakan Kerajaan Allah dan untuk menyembuhkan orang, kata-Nya kepada mereka:

“Jangan membawa apa-apa dalam perjalanan, jangan membawa tongkat atau bekal, roti atau uang, atau dua helai baju. Dan apabila kamu sudah diterima dalam suatu rumah, tinggallah di situ sampai kamu berangkat dari situ. Dan kalau ada orang yang tidak mau menerima kamu, keluarlah dari kota mereka dan kebaskanlah debunya dari kakimu sebagai peringatan terhadap mereka.

“Lalu pergilah mereka dan mereka mengelilingi segala desa sambil memberitakan Injil dan menyembuhkan orang sakit di segala tempat.

Baca Juga : Siapa Dia

RENUNGAN

Kedua belas murid diutus Yesus untuk menjalankan misi kemanusiaan, yaitu menyembuhkan orang dan berbagai penyakit dan membebaskan dan kuasa setan. Setelah sekian lama para murid itu digembleng dengan berbagai pengajaran Yesus akhirnya mengutus mereka untuk membantu karya pewartaan-Nya. Dengan mengutus para murid untuk berwarta seperti itu, Yesus berharap, banyak orang menjadi percaya kepada Yesus dan mendapatkan keselamatan.

Kita juga mendapat tugas yang sama, yaitu diutus untuk mewartakan kebaikan Tuhan ditengah-tengah dunia. Iman yang kita pupuk dan terus kita kembangkan tidak hanya untuk kepentingan hidup kita sendiri, tetapi juga untuk membantu dan menyelamatkan orang lain.

Banyak orang-orang di sekitar kita yang sedang sakit dan tidak bisa ke mana-mana, atau teman kita yang sedang dirundung banyak masalah, mereka yang sedang dijauhi oleh orang-orang yang ada sekitarnya atau sedang menghadapi masalah rumah tangga membutuhkan kehadiran kita. Kepada mereka inilah kita diutus ikut meringankan beban dan memberi kekuatan.

Iman mendorong kita untuk melangkahkan kaki dan mengulurkan tangan kepada siapa pun yang membutuhkan pertolongan.

Tuhan Yesus Kristus, semoga kami selalu bangga menjadi murid-murid-Mu dan mewartakan Engkau Iewat tindakan-tindaktan yang didasari oleh rasa belas kasih terhadap sesama. Amin

Advertisements
Advertisements